ALUNAN PUISI HILANG

Standar
Tersenyumlah saat kau melihatku, karna saat itu aku tak berada di dekatmu.
 
Dan menangislah saat kau mengingatku, karna saat itu aku tak berada di sampingmu.
 
Tetapi pejamkanlah mata indahmu itu, karna saat itu aku akan terasa ada di dekatmu.
 
Karna aku telah berada dihatimu untuk selamanya.
 
Tak ada yang tersisa lagi untukku, selain kenangan-kenangan yang indah bersamamu.
 
Mata indah yang dengannya aku biasa melihat keindahan cinta, mata indah yang dahulu adalah milikku, kini semuanya terasa jauh meninggalkanku.
 
Kehidupan terasa kosong tanpa keindahanmu.
 
Hati, cinta dan rinduku adalah milihkmu.
 
Cintamu takkan pernah membebaskanku.
 
Bagaimana mungkin aku terbang mencari cinta yang lain? saat sayap-sayapku telah patah karnamu.
 
Cintaku akan tetap tinggal bersamamu, hingga akhir hayatku dan setelah kematian.
 
Hingga tangan tuhan akan menyatukan kita lagi.
 
Betapapun hati telah terpikat pada sosok terang dalam kegelapan yang tengah menghidupkan sinar hidupku, namun tak dapat menyinari dan menghangatkan perasaanku yang sesungguhnya.
 
Aku tidak bisa menemukan cinta yang lain selain cintamu, karna mereka tag tertandingi oleh sosok dirimu dalam jiwaku.
 
Kau takkan pernah terganti, bagai pecahan logam yang mengekalkan kesunyian, kesendirian dan kesedihanku.
 
Kini, aku telah kehilanganmu.
 
Diposkan oleh Larasati Chyntia Dewi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s